Mencatat pengeluaran usaha kecil dan menghitung laba

Anda tidak perlu jadi akuntan untuk tahu apakah usaha Anda untung. Cukup catat uang keluar dengan rapi dan bandingkan dengan uang masuk. Berikut caranya, langkah demi langkah.

Diperbarui 17 Okt 2026

Pisahkan uang usaha dan uang pribadi

Ini langkah paling penting. Pakai rekening, atau setidaknya dompet digital, khusus untuk usaha. Kalau Anda mengambil uang usaha untuk keperluan pribadi, catat sebagai pengambilan pribadi (prive), bukan sebagai biaya usaha. Tanpa pemisahan ini, laba Anda sulit dihitung.

Catat setiap pengeluaran

Untuk setiap uang yang keluar, catat:

  • Tanggal.
  • Untuk apa, misalnya “Sewa kios bulan November”.
  • Jumlah yang dibayar.
  • Dibayar ke siapa.
  • Cara bayar: tunai, transfer, kartu, atau dompet digital.
  • Kategori.
  • Bukti: foto struk, nota, atau bukti transfer.

Catat saat itu juga. Struk kertas mudah hilang dan tulisannya cepat pudar.

Kategori yang umum

  • Bahan baku atau barang dagangan.
  • Sewa tempat.
  • Gaji dan upah.
  • Listrik, air, internet, dan pulsa.
  • Transportasi dan ongkos kirim.
  • Pemasaran dan iklan.
  • Peralatan dan perlengkapan.
  • Biaya bank dan aplikasi.

Pakai sedikit kategori dan konsisten. Yang penting Anda bisa melihat ke mana uang paling banyak pergi.

Cara menghitung laba

Laba adalah pendapatan dikurangi biaya. Untuk usaha yang menjual barang, hitung dalam dua tahap:

Rumus dan contoh
Laba kotor  = penjualan − harga pokok penjualan (HPP)
Laba bersih = laba kotor − biaya operasional

Penjualan bulan ini                  Rp30.000.000
HPP (barang yang terjual)            Rp18.000.000
Laba kotor                           Rp12.000.000
Biaya operasional
(sewa, listrik, gaji, ongkos kirim)   Rp7.000.000
Laba bersih                           Rp5.000.000

Angka di atas hanya contoh. Untuk usaha jasa yang tidak punya HPP, laba bersih adalah pendapatan dikurangi semua biaya.

Basis kas atau basis akrual?

  • Basis kas: hitung uang yang benar-benar diterima dan dibayar dalam periode itu. Sederhana, dan langsung menunjukkan arus uang Anda.
  • Basis akrual: hitung penjualan saat invoice terbit dan biaya saat terjadi, walau belum dibayar. Lebih tepat untuk laporan keuangan.

Banyak usaha kecil memulai dengan basis kas. Untuk laporan keuangan resmi, tanyakan ke akuntan Anda.

Pajak penghasilan usaha punya aturannya sendiri, termasuk tarif khusus untuk UMKM dengan omzet tertentu, dan dokumen pembukuan umumnya wajib disimpan selama 10 tahun. Pencatatan yang rapi memudahkan semuanya, tetapi untuk kewajiban pajak Anda, tanyakan ke akuntan atau konsultan pajak.

Kebiasaan bulanan

  • Cocokkan catatan pengeluaran dengan mutasi rekening.
  • Lihat tiga kategori biaya terbesar bulan ini.
  • Bandingkan dengan bulan lalu: apa yang naik, dan kenapa?
  • Hitung laba bulan ini, dan simpan buktinya.

Mencatat pengeluaran di Shura

  1. 1Pasang aplikasi Pengeluaran dari layar Aplikasi.
  2. 2Catat setiap pengeluaran dengan tanggal, jumlah, kategori, pemasok, dan cara bayar, lalu tambahkan foto struk langsung dari ponsel.
  3. 3Lihat total per bulan atau per tahun, saring per kategori, dan lihat biaya terbesar bulan ini.
  4. 4Jika Anda juga memakai aplikasi Faktur, Shura menampilkan laba bulan ini: uang yang diterima dari faktur dikurangi pengeluaran, dengan basis kas.
Coba Shura gratis

Gratis selama beta. Tanpa kartu kredit.

Kelola usaha Anda dengan Shura

Buat ruang kerja dalam satu menit dan pasang aplikasi yang Anda butuhkan. Gratis selama beta.

Mulai gratis